Pewarta Warga Saat ini

13 Nov 2009

Masyrarakat sering kali merasa binggung dengan istilah pewarta warga. Karena mungkin istilah ini agak sedikit asing ditelinga mereka. DIsini kami mencoba untuk menjelaskan secara mendalam, apa sebenarnya pewarta warga tersebut.. berikut penjelasannya.

1. Peran pewarta warga secara umum dalam memberikan informasi kepada masyarakat luas dalam hal ini berkaitan dengan masyarakat biasa yang juga berperan sebagai wartawan dalam mencari dan melaporkan berita. Warta berarti berita atau kabar sedangkan pewarta adalah orang yang mewartakan yang berarti pewarta kabar adalah seseorang yang memberitakan sesuatu berita. Tujuan adanya pewarta warga sebenarnya adalah menghadirkan obyektivitas dan pelayanan pers yang lebih baik, serta membangun masyarakat dan Negara lebih baik. Pewarta warga saat ini sudah banyak di dunia seperti di Negara-negara maju. Di Negara-negara maju pewarta warga sudah banyak berperan dalam menulis dan menyampaikan berita dank arena sudah banyaknya pewarta warga yang ada maka artikel yang dibuat saat ini sudah tidak mendapatkan bayaran perartikelnya seperti dahulu lagi contohnya sekarang OhmyNews International juga tidak lagi memberikan insentif per artikel, melainkan diganti dengan pemberian hadiah bulanan (dalam bentuk uang tunai) untuk beberapa netizen terpilih. Sebenarnya dengan adanya kerjasama yang baik antar masyarakat dengan media, seharusnya keberadaan pewarta warga justru bisa menjadi kontrol bagi wartawan amplop maupun aparat korup. Dengan terbukanya akses bagi warga untuk menyuarakan berita dari sudut pandang sebagai masyarakat, maka praktik jurnalistik yang tidak etis seharusnya bisa dihilangkan. Wartawan sebagai ujung tombak media, tapitidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi media. Dengan hadirnya pewarta warga, diharapkan pelayanan aparat Negara kepada semua warga berlaku sama. Setiap warganegara berhak memperoleh informasi dan pelayanan yang dibutuhkannya.Wartawan bisa saja menerima perlakuan khusus yang membuat liputannya luput melihat celah-celah yang ternyata dirasakan oleh warga masyarakat. Justru dari celah ini peran pewarta warga menjadi besar artinya. Wartawan kemudian bisa melakukan investigasi yang lebih mendalam berdasarkan informasi dari pewarta warga. Fungsi kontrol timbal balik bisa terjadi bila ada kerjasama antara pewarta warga sebagai bagian dari masyarakat dengan wartawan sebagai bagian dari media massa, dengan pemerintah dan anggota legislatif sebagai pemegang mandat pengelolaan Negara dari rakyat.

Sumber: http://www.wikimu.com/News/displaynews.aspx?id=13577

2. Hambatan yang dihadapi para pewarta-warga di dunia adalah dimana mereka sendiri kurang mengerti dengan adanya kode etik tentang jurnalistik yang ada dan diterapkan oleh para pewarta yang sudah profesional.

Dalam mencari berita dan mengepost berita tidaklah sembarangan seperti banyak khalayak umum berpikiran apabila mengepost itu sperti layaknya mengepost sebuah blog di website.Padahal walaupun para pewarta-warga ini mengepost berita secara kurang harafiah karena sumber berita yang mereka post itu sendiripun belum tentu benar adanya.Mungkin bagi beberpa orang yang kurang mengerti istila kode etik jurnalistik ini tidak akan menggubris dengan adanya kesalahan berita yang di post.Hal yang menghamabat bagi para pewarta-warga didunia ini yaitu apabila berita yang di postkan salah atau berbohong dengan kenyataanya maka mereka tidak akan dipercaya lagi oleh para pembacanya.Akurasi dari berita itu sendiri sudah selayaknya diperhitungkan oleh para pembacanya dan kebnyakan dari pembaca tidak memperhitungkan hal itu. Ketepatan dalam menulis kalimat yang dipostkan harus baik dan benar dan hal ini muncul agar adanya timbul respek dan legitimasi,dan biasanya para pewarta-warga ini sendiri tidak terlalu memperdulikan hal itu.

http://blog.tempointeraktif.com/digital/jurnalis-warga-vs-jurnalis-profesional/comment-page-1/

3. Yang menjadi dasar pembeda antara pewarta-warga dengan pewarta-warga dengan pewarta professional adalah pewarta warga belum pernah mendapatkan pendidikan jurnalisme formal sedangkan pewarta professional adalah orang yang sudah menjalanin pendidikan jurnalisme secara formal atau seseorang yang sudah bergabung di dalam suatu lembanga jurnalistik. Jadi seorang pewarta professional telah memiliki identitas resmi sedangkan pewarta-warga tidak memiliki identitas resmi. Pewarta profesional bekerja berdasarkan standar prosedur, undang-undang, prinsip, dan kode etik jurnalistik. Dalam bekerja, mereka selalu menjadikan semua pegangan itu sebagai acuan untuk mendapatkan kredibilitas dan kepercayaan pembaca.

Sumber: http://blog.tempointeraktif.com/digital/jurnalis-warga-vs-jurnalis-profesional/


TAGS


-

Author

Follow Me