Bagaimana Media Baru Tersebut (Internet) Bisa Membantu Kebebasan Berekspresi

20 Nov 2009

Internet.. internet..internet.. Kata tersebut tentunya sudah tidak jarang kita dengarkan untuk saat ini. Kita mendapat berbagai keuntungan yang luar biasa. Kemudahan berkomunikasi, kemudahan memperoleh informasi, kemudahan mengakses berbagai fitur yang dapat mengurangi berbagai kepenantan yang dihadapi. Kita semua tau itu. Tapi ada satu hall yang kurang mendapat perhatian kita, yaitu bagaimana media baru tersebut (internet) bisa membantu kebebasan berekspresi.

Kita akan menelaah bagaimana kebebasan berekspresi itu melalui kaca teori citizen journalism. Citizen journalism adalah masyarakat menjadi obyek sekaligus subyek berita. Masyarakat memainkan peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, menganalisis dan menyebarkan berita dan informasi.

Citizen journalism ini lahir dari peradaban dan perkembangan teknologi. Sekarang, berita-berita hardcopy sudah mulai didampingi oleh internet, bahkan sekarang tiap orang bisa menjadi penulis. Hal ini bukan merupakan bentuk persaingan media, tapi justru merupakan perluasan media.

Baik pengkonsumsi internet ringan atau berat, tidak jarang berlomba untuk menyampaikan berita-berita up to date, membagi tips-tips yang berhubungan dengan kecantikan,kesehatan, karir, ataupun kehidupan. Yang belakangan ini trend dipilih masyarakat untuk membagi itu semua adalah blog. Tidak sedikit orang yang membuat blog untuk menyalurkan keinginan mereka dalam menyebarkan informasi.

Sadar atau tidak. penyampaikan berita-berita up to date, membagi tips-tips yang berhubungan dengan kecantikan, kesehatan, karir, ataupun kehidupan, hingga curhat pribadi merupakan wujud kebebasan berekspresi bagi penggunanya, tak terbatas gender, golongan, umur, latar belakang, social, ataupun latar belakang ekonomi.

Lalu bagaimana hubungan antar kebebasan berekspresi dengan penyampaian berita-berita yang up to date ? Berikut penjelasannya :

Berhubungan dengan citizen journalism, masyrakat memiliki kebebasan untuk menyebarkan informasi yang menurut dia penting unutk diketahui orang banyak. Misalnya saja dalam kasus pemboman di Ritz Carlton. Media kalah cepat dalam menyampaikan berita tersebut. Atau mungkin kasus-kasus penggunaan fitur-fitur social di internet seperti Facebook,twitter, plurk, bebe, dll untuk mencapai tujuan politik. Semua itu dibahas dan dapat diterima oleh beragam kalangan.

Dalam pembahasan yang ditulis oleh masyarakat tersebut, si masyarakat bebas memilih untuk menulis berita itu dari sisi si media,si tokoh, si masyarakat luas, atau mungkin subjektif dirinya sendiri. Masyarakat bebas memilih akan lebih menonjolkan aspek yang mana. Masyarakat bebas menentukan aspek dari berita itu yang seharusnya diperhatikan oleh si pembaca. Semua masyrakat yang menentukan. Karena masyarakat bebas dalam melakukan itu. Masyarakat bebas untuk berekspresi dalam hal penyebaran berita.

Lalu bagaimana hubungan antar kebebasan berekspresi dalam membagi informasi tentang tips-tips yang berhubungan dengan kecantikan, kesehatan, karir, ataupun kehidupan? Berikut penjelasannya :

Kembali lagi berhubungan dengan citizen journalism. Seperti yang telah disebutkan di atas, masyarakat menjadi obyek sekaligus subyek berita. Masyarakat memiliki kebebasan untuk membagi informasi-informasi dan tips-tips yang menurut mereka penting untuk diketahui.

Masyarakat yang membagikan tips tips cenderung memiliki pengalaman atau latar belakang akan topic tips yang dibagikan. Setelah mereka mengalami, mereka membaginya dengan masyarakat. Masyarakat menjadikan dirinya objek pemberitaan dan menjadikan dirinya sebagai subjek yang memberitakan. Contoh nya : untuk menghilangkan kantong hitam di bawah mata anda akibat kurang tidur, anda dapat menggunakan timun. Anda meletakkan timun tersebut di atas kedua mata anda yang tertutup. Cobalah, karena saya sendiri sudah mencobanya dan itu berhasil atau di blog seseorang membahas tentang tips tentang kecantikan, dan masyarakat lain memberikan komentar : patut dicoba, hasilnya terbukti, kantung hitam di bawah mata saya hilang atau : kok saya coba tapi malah tambah parah ya ? kulit saya jadi gatal-gatal, tolong diperbaiki tipsnya

Masyarakat bebas membarikan tips menurut cara dia. Masyarakat bebas membagikan tips yang sesuai dengan latar belakang mereka. Masyarakat juga bebas memutukan akan membagi tips-tips tersebut atau tidak. Masyarakat juga bebas memilih untuk mencoba tips-tips yang diberikan atau tidak. Masyarakat bebas memberitakan hasil yang dia dapatkan dari mengikut tips-tips yang ada.

Masyarakat bebas dalam hal mengemas itu semua. Masyarakat bebas untuk berekspresi dalam mengemas itu.

Lalu bagaimana hubungan antar kebebasan berekspresi dengan curhat pribadi ? Berikut penjelasannya :

Lagi-lagi hal ini behubungan dengan citizen journalism. Dimana Masyarakat memainkan peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, menganalisis dan menyebarkan berita dan informasi.

Hal seperti itu sering kita lihat dalam fitur-fitur sosial di internet diantaranya facebook, twitter, plurk, bebo, ooVoo, dan sebagainya. Jelasnya terlihat di berbagai update status. Contohnya : lagi di tol karang tengah, macet banget disini atau waduh di bali panas benerrr atau aaarrrgghhh..di jakarta hujan deras atau OMG ! rumah makan dekat rumah gw kebakaran.

Mungkin maksud kita hanya ingin curhat kejadian yang sedang kita lalui, tapi sebenarnya kita juga sekaligus menyebarkan berita, melaporkan kejadian, dan membagikan informasi. Informasi tentang kemacetn jalan tol, informasi tentang hujan deras di jakarta, informasi tentang kebakaran, informasi tentang cuaca di bali.

Disini masyarakat bebas berekspresi dalam hal bagaimana mereka mengemas informasi tersebut, sadar atau tidak. Masyarakat telah menerapkan konsep kebebasan berekspresi. Mungkin mereka hanya ingin curcol (cuhat colongan) tapi sebenarnya mereka telah menjadi citizen journalism.

Hal-hal yang telah dijabarkan di atas mungkin hanya sebagian kecil dari wujud kebebasan berekspresi dalam media baru (internet) tapi tentunya sudah cukup menunjukkan kebebasan berekspresi tersebut. Kalau dicari-cari lagi, akan terjabar beragam bentuk dari kebebasan berekspresi dalam dunia internet.

Tetapi bukan berarti, kita bebas berekspresi, semua bisa kita sampaikan begitu saja. Kita juga memperhatikan kaidah-kaidah dalam menyebarkan berita. Juga memperhatikan perasaan atau dampak yang ditimbulkan dari pemberitaan yang kita lakukan. Setiap al yang dituliskan pastinya memiliki dampak. Usahakan dampak yang diberikan itu positif, jangan negatif.

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Citizen_journalism

http://daisyawondatu.wordpress.com/2006/10/11/citizen-journalism/

http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1059


TAGS


-

Author

Follow Me